Tampilkan postingan dengan label bisnis kami. Tampilkan semua postingan
AirNav Indonesia
AirNav Indonesia adalah perusahaan baru yang
ada di semua Bandara di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 77
Tahun 2012 : Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi
Penerbangan Indonesia adalah badan usaha yang menyelenggarakan pelayanan
navigasi penerbangan di Indonesia serta tidak berorientasi mencari keuntungan,
berbentuk Badan Usaha Milik negara yang seluruh modalnya dimiliki negara berupa
kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham sesuai
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Perum
LPPNPI atau lebih dikenal sebagai AirNav Indonesia bertekad untuk menjadi
Penyelenggara Pelayanan navigasi Penerbangan dengan standar Internasional yang
mengedepankan keselamatan, keteraturan dan kenyamanan.
Kargo
Bisnis pengiriman atau pengangkutan barang memiliki prospek usaha yang sangat strategis termasuk bisnis pengiriman barang melalui angkutan udara (kargo). Peluang bisnis yang strategis ini, dimanfaatkan oleh Angkasa Pura II dengan mengoperasikan terminal kargo yang dimulai sejak tahun 2007. Angkasa Pura II membentuk unit bisnis strategis yang mengelola pelayanan kargo di setiap bandara yang dikelola.
Dalam rangka memastikan terpenuhinya aspek kelancaran, keamanan dan keselamatan operasional pengiriman barang dari mulai proses penggudangan sampai dengan penerbangan, Angkasa Pura II melakukan pengawasan kepatuhan terhadap prosedur dan standar yang berlaku.
Angkasa Pura II melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kargo di bandara-bandara yang dikelola seperti peningkatan kapasitas pergudangan kargo yang dapat menampung peningkatan volume transaksi.
Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda
Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, lebih dikenal sebagai Bandara Sultan Iskandar Muda (IATA: BTJ, ICAO: WITT) adalah sebuah bandar udara yang melayani Kota Banda Aceh dan sekitarnya, yang terletak di wilayah Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II, untuk melayani rute domestik dan internasional. Saat ini sudah ada dua penerbangan internasional, yaitu Air Asia ke Kuala Lumpur dan Firefly ke Penang. Bandara ini juga pernah difungsikan sebagai basis pengiriman obat-obatan sesudah Gempa bumi Samudera Hindia 2004, yang hilir mudik dari berbagai wilayah di Dunia, kepada para pengungsi yang terisolir di berbagai wilayah yang dihantam Tsunami di Aceh. Setelah dilanda Tsunami pada 26 Desember 2004,
bandara ini telah direnovasi dan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000
meter yang mampu menampung pesawat berbadan lebar. Pada 9 Oktober 2011
sebuah Boeing 747-400
berhasil melakukan take off dan landing, yang membuktikan bahwa bandara
ini bisa dijadikan tempat transit bagi perusahaan penerbangan
internasional.
Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Iskandar Muda, seorang pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh
Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Iskandar Muda, seorang pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh