Jatuhnya Pesawat Trigana Air
Jayapura: Berikut daftar nama pengawak dan penumpang pesawat Trigana Air berjenis ATR-42/300 dengan nomor IL 257 yang hilang di Papua:
Lima kru pesawat:
Pilot: Hasanudin
Kopilot: Ariadin F
Tehnik. : Mario
Pramugari : Ika N
Dita A
Penumpang:
1. Endah Mustika sari Mrs
2. La boni Mr:
3. Yulita Kalakmabin mrs
4. Manuella Uropmabin miss
5. Markus Kalakmabin mr
6. Oskar Mangonto me
7. Menakem Mote me
8. Yosia Mote me
9. Agustinus Luarmase mr
10. Dewa Putu Raka mr
11. MN Aragae mr
12.Yustinus Hurulean mr
13. La ode M mr
14. Wa Ode Suriana mrs
15. Yohanis Kiabra mr
16. Yunus Setamanggi mr
17. Supriyani mrs
18. Pariem mrs
19. Ardono/Hikmad mr
20. Yundriadi mrs
21. Susilo mr,
22. Utopdana Hosea mr.
23. Asirun mr,
24. Amran mstr
25. Musvia mrs
26. Wengdepen Bamulki mr
27. Esap Aruman mr
28. Piter mr
29. Surya mr
30. Thenus Babingga mr
31. Natikonop Ireneus mr
32. Marusaha Sitorus mr
33. Armaita ms
34. Epi Ardi mrs
35. Eki Kimki mr
36. Kepi Deal mr
37. Petrus Tekege mr
38. Kasipmabin Engel Bertus mr
39. Milka Kakyarmabin mrs
40. Ewelin Uropmabin. Mr
41. Theo Stiben Kalakmabin mr
42. Yusran mr
43. Egenio Dilam. Ms
44. Emilia Gobay mrs.
45. Ronald Dilam mr
46. Alimdam Yawan mr
47. Methodius DK mstr
48. Marselino dk mstr
49. Valerin mstr
Penerbangan seharusnya ditempuh 55 menit dari Jayapura menuju Oksibil. Pesawat tersebut berangkat dari Jayapura pukul 14.22 WIT. Perkiraan mendarat di Oksibil pukul 15.15 WIT.
Humas Kantor SAR Jayapura, Papua, Yadi membenarkan pesawat Trigana Air hilang kontak. "Saya sudah hubungi ATT Oksibil dan bandara perintis di sana, tapi belum ada informasi keberadaan pesawat itu," kata Yadi, saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (16/8/2015).
Oksibil adalah ibu kota Pegunungan Bintang Papua. Ini merupakan kota kecil yang sejuk dan dingin dan terletak di ketinggian sekitar 1.400 meter dari permukaaan laut.
Ratusan Balon Ganggu Penerbangan di Bandara Adisutjipto
Yogyakarta - Ratusan balon yang mengudara di Yogyakarta menyebabkan penerbangan di Bandara Adisutjipto sempat terganggu. Terdapat dua pesawat yang menunda pendaratannya akibat balon-balon warna-warni itu.
"Sekitar pukul 07.30 WIB, telah dilepas balon yang jumlahnya mencapai ratusan yang terdiri dari tiga kumpulan balon besar dan yang lainnya terlepas sendiri-sendiri," ujar Kepala Operasi dan Latihan Pangkalan Udara Adisutjipto, Mayor Romas kepada wartawan, Sabtu (15/8/2015).
"Tercatat Pesawat Batik Air nomor penerbangan 6360 dan Pesawat Garuda GA 202 diinformasikan memutar dahulu sebelum benar-benar wilayah sirkuit bersih dari balon udara," imbuhnya.
Dia memperkirakan balon-balon itu dilepas dari north west dari ATC Lanud Adisutjipto. Atau diperkirakan berasal dari daerah Seturan atau Babarsari.
Dampak Cuaca Buruk Terhadap Penerbangan
1. Turbulensi
Turbulensi adalah golakan udara yang umumnya tidak dapat dilihat. Hal ini dapat terjadi apabila langit cerah dan secara tiba-tiba tanpa diprediksi sebelumnya .
Penyebab:
Penyebab:
- Suhu – Pemanasan dari matahari menyebabkan masa udara panas naik dan sebaliknya masa udara dingin turun, turbulensi jenis ini sering disebut dengan ”turbulensi thermis”
- Jet stream – Pergerakan yang sangat cepat arus udara pada level ketinggian yang tinggi, dan mempengaruhi udara disekitarnya.
- Pegunungan – Massa udara yang melewati pegunungan dan mengakibatkan turbulensi pada saat pesawat terbang diatasnya pada sisi yang lain. Turbulensi jenis ini sering disebut dengan “turbulensi mekanis”
- Wake turbulence – Turbulensi yang terjadi dekat dengan permukaan yang dilewati pesawat atau helikopter.
2. Updraft dan Downdraft pada awan Cb
An updraft atau downdraft adalah pergerakan vertikal dari massa udara sebagai bagian dari fenomena cuaca. Hal ini dikarenakan perbedaan massa udara panas dengan massa udara dingin sehingga mengakibatkan massa udara yang lebih panas dari sekitarnya naik hingga suhunya sama dengan suhu sekitar, sedang massa udara yang suhunya lebih dingin turun. Keadaan ini mengakibatkan pesawat yang sedang berada di dalam dan di bawah badan awan Cb menjadi tidak stabil posisinya dan jika updrfat dan downdraft yang terjadi sangat kuat, akan mengakibatkan pesawat mengalami kejadian yang sering disebut dengan “turbulence”
Apabila kekuatan downdraft dari awan Cb sangat besar, maka kejadian ini disebut ”downburst”, dimana dapat menghasilkan angin vertikal turun yang sangat kencang dengan kecepatannya mencapai 240 km/jam. Dengan kecepatan vertikal yang lebih besar lagi hingga mencapai lebih dari 75 m/dtk atau 270 km/jam dan dirasakan dalam wilayah yang lebih besar dari 4 km, maka downdraft ini disebut dengan ”microbust”. Downdraft dan micobust harus dihindari oleh pilot karena dapat menyebabkan kecelakaan pesawat pada saat lepas landas maupun pendaratan.
3. Icing
Dalam penerbangan, kodisi icing merupakan kondisi dimana terbentuk es di permukaan badan pesawat, atau ketika karburator di dalam mesin pesawat membeku. Icing terjadi ketika uap air membeku di bawah titik beku. Fenomena ini tidak membahayakan penerbangan dengan seketika namun secara perlahan-lahan apabila kondisi ini dibiarkan terus-menerus. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan mesin , pengurangan daya kerja , penambahan berat pesawat, mengganggu arus udara, dan meningkatkan kecepatan stall pesawat yang nantinya akan mengganggu kerja pesawat.
4. Kilat
Sambaran kilat pada pesawat terbang akan merusakkan peralatan navigasi, juga sistem peralatan yang lainnya dalam pesawat. Selain itu sinar yang silau yang dipancarkan oleh kilat secara terus-menerus akan mengganggu pilot dalam menerbangkan pesawat, dalam hal ini pesawat yang digunkan bukanlah pesawat otomatis.
Informasi Cuaca Penerbangan
Informasi cuaca pada saat lepas landas, selama perjalanan dan mendarat meliputi beberapa unsur cuaca, yaitu angin, jarak pandang. tekanan, jenis awan, dan suhu
1. Angin
Unsur arah angin ini diperlukan untuk menentukan dari mana dan kemana pesawat tersebut lepas landas maupun mendarat dengan memperhitungkan kecepatan angin yang sedang terjadi, sedangkan selama perjalanan dimanfaatkan untuk mempertahankan posisi pesawat saat di udara. Prubahan arah dan kecepatan angin permukaan yang signifikan dilaporkan seketika itu juga untuk keselamatan penerbangan saat lepas landas maupun mendarat. Pesawat terbang akan melakukan pendaratan dan lepas landas menuju arah datangnya angin, namun juga memperhatikan landasan contoh:
Pada landasan yang memenjang dari barat hingga timur
- Jika angin berasal dari barat maka pesawat akan lepas landas maupun landing menuju barat
- Jika angin berasal dari timur maka pesawat akan lepas landas maupun landing menuju timur
Pada landasan yang memenjang dari utara hingga selatan
- Jika angin berasal dari selatan maka pesawat akan lepas landas maupun landing menuju selatan
- Jika angin berasal dari utara maka pesawat akan lepas landas maupun landing menuju utara
2. Jarak Pandang
Untuk pesawat yang tidak otomatis, informasi jarak pandang sangat diperlukan dalam hal pendaratan, baik jarak pandang vertikal maupun horizontal.
| - | Jarak pandang vertikal : erat kaitannya dengan saat pesawat akan melakukan pendaratan saat masih di udara, hal ini pentig untuk mengetahui posisi dan sisa runway landasan agar pendaratan dapat dilakukan dengan tepat | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| - | Jarak pandang horizontal : erat kaitannya dengan saat pesawat sudah mulai mendarat di dekat permukaanKejadian-kejadian yang dapat mengurangi jarak pandang:
|
Difinisi Cuaca Penerbangan
Cuaca Penerbangan adalah cuaca yang diperuntukan khusus unutk dunia penerbangan, baik untuk saat lepas landas, mendarat maupun selama penerbangan. Informasi cuaca ini diberikan setiap waktu pada saat pesawat akan merencanakan penerbangan yang disesuaikan dengan jadwal penerbangan.
Visi dan Misi
VISI :
Menjadi pengelola bandar udara kelas dunia yang terkemuka dan profesional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Angkasa Pura II bertekad melakukan transformasi secara menyeluruh dan bertahap selama lima tahun pertama
MISI :
Mengelola jasa bandar udara kelas dunia dengan mengutamakan tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
Mengembangkan SDM dan budaya Perusahaan yang berkinerja tinggi dengan menerapkan sistem manajemen kelas dunia
Mengoptimalkan strategi pertumbuhan bisnis secara menguntungkan untuk meningkatkan nilai pemegang saham serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pemangku kepentingan lainnya
Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitra usaha dan mitra kerja serta mengembangkan secara sinergis dalam pengelolaan jasa bandar udara
Memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan